Kompetensi Mahkamah Internasional, ICJ dan ICC

September 12th, 2019 No comments

Ada yg berpendapat bahwa dugaan pelanggaran Pemilu dan meninggalnya sejumlah KPPS dapat diajukan kepada Mahkamah Internasional. Bahkan perseteruan seorang lawyer dengan sesosok artis pun kabarnya akan dilaporkan ke Mahkamah Internasional 😁

Mahkamah Internasional dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ada dua, yaitu International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC)

Bagaimana kompetensi absolut dan apasaja kompetensi relatif masing-masing dari kedua Mahkamah tsb (terkait pihak yg bersengketa, substansi sengketa, dst) dapat dibaca melalui:

https://www.icj-cij.org/en

https://www.icc-cpi.int/

Intinya adalah,

Fungsi utama ICJ ini adalah untuk mengadili dan menyelesaikan sengketa antarnegara-negara anggota dan memberikan pendapat-pendapat bersifat nasihat kepada organ-organ resmi dan badan khusus PBB. ICJ beranggotakan lima belas orang hakim yang menjabat selama sembilan tahun dan dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB. Contohnya sengketa antara Indonesia dengan Malaysia atas kepemilikan pulau Sipadan dan Ligitan.

Pada tahun 2002, Majelis hakim Internasional Court of Justice (ICJ) di Den Haag akhirnya memutuskan bahwa Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan milik pemerintah Malaysia. Mereka lebih mendasarkan putusannya tersebut karena pemerintah kolonial Inggris jauh lebih aktif menggunakan kedua pulau tersebut ketimbang pemerintah kolonial Belanda.

Sementara kewenangan ICC adalah untuk mengadili kejahatan paling serius yang mendapatkan perhatian internasional yang dilakukan secara individu. Kejahatan yang dimaksud terdiri dari empat jenis, yaitu the crime of genocide (pemusnahan etnis/suku bangsa), crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan), war crimes (kejahatan perang), dan the crime of aggression (agresi).

Pada 1999, Slobodan Milosevic divonis oleh ICC untuk Negara-negara Bekas Yugoslavia (ICTY). Milosevic terbukti bersalah sebagai penjahat perang terkait perang di Bosnia, Kroasia, dan Kosovo. Namun, Milosevic keras menyangkalnya. Lima tahun lamanya pengadilan atas diri Milosevic berlangsung. Pada 11 Maret 2006, dia meninggal dunia dalam tahanannya di Den Haag, Belanda karena mengidap serangan jantung.

Kembali kpd dugaan kejahatan kemanusiaan terkait Pemilu, apakah termasuk ke dalam 4 jenis kejahatan internasional? apabila didasarkan atas hasil temuan Komnas HAM, maka jawabannya adalah tidak.

Namun jika pun seandainya, jawabannya adalah iya dan secara subtansi ICC dianggap mempunyai kewenangan menangani dugaan kejahatan kemanusiaan terkait Pemilu, sifat kewenangan itu secara absolut tidaklah serta merta, kecuali Indonesia sebagai tuan rumah atau locus delicti, dianggap ‘Unwilling dan Unable’.

Mahkamah Pidana Internasional baru menjalankan fungsinya apabila Pengadilan
Nasional tidak dapat menjalankan fungsinya
dengan baik, dalam hal ini maksudnya adalah
apabila Pengadilan Nasional tidak mau
mengadili pelaku kejahatan tersebut
(unwilling), atau tidak mampu (unable) mengadili pelaku kejahatan tersebut.

Demikian

Categories: Bersentuhan Dengan Hukum Tags:

Logo Sebagai Merek

September 11th, 2019 No comments

UU 28/2004 ttg Yasayan bahwa Yayasan adl “suatu badan hukum yg kekayaannya di pisahkan dan diperuntukan utk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusian”.

Nah utk kepentingan di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusian. Ada beberapa PT di Indonesia yg kemudian mendirikan Yayasan al :

•PT Unilever mendirikan Univeler Foundation,
•PT Sampoerna mendirikan Putra Sampoerna Foundation,
•PT Djarum mendirikan Djarum Foundation yg menaungi PB Djarum.

Selanjutnya menurut Pasal 9 Ayat (1) UU Yayasan: “Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dg memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya, sebagai kekayaan awal.”

Dengan demikian, baik secara finansial maupun pertanggungjawaban hukum, Yayasan terpisah dari PT yang mendirikannya.

Nah, terkait dg Logo yg sdg dipermasalahkan KPAI sbg indikasi eksploitasi anak dalam audisi calon atlet bulu tangkis, fakta hukumnya seperti ini,

Yayasan Djarum mempunyai Merek yg didaftarkan secara terpisah dari PT Djarum. Yayasan Djarum ini terdaftar sbg pemilik Merek Djarum kelas 41 utk kelas pelatihan olah raga. Sementara PT Djarum terdaftar sebagai pemilik merek kelas 34 utk produk tembakau.

Apakah PB Djarum sedang mempromosikan PT Djarum dan rokok produksi PT Djarum ?

Tidak, krn PB Djarum menggunakan Merek kelas 41, milik Yayasan Djarum, bukan Merek milik PT Djarum.

Bisa di ricek Logo pada kaos yg dipakai oleh anak-anak pada saat audisi, menggunakan Logo yg mana, kelas merek 34 atau 41? Jika Logo itu adl yg terdaftar sebagi kelas 41, besar kemungkinan KPAI mendasarkan dugaan ekspoitasi anak berdasarkan informasi yg terkesan terburu-buru,

…bahwa Logo pada kaos yg dipakai audisi, sekilas tampak sama dengan Logo Rokok alias kelas merek 34 utk produk tembakau.

Ditambah lagi KPAI terkesan melebihi domainnya, dimana dalam hal adanya dugaan eksploitasi anak, maka KPAI hrs memberikan laporan kepada pihak berwajib dan bukan memutuskan atau memerintahkan ini dan itu kpd PB Djarum.

Jika toh misalnya KPAI, menduga ada sebuah Logo yg rancu, kewenangan menilai Logo sebagai Merek ada pada Departemen Hukum dan HAN, sbg pihak yg menerbitkan sertifikat merek-nya.

Demikian.

Categories: Bersentuhan Dengan Hukum Tags:

Reengineering atau Copy Paste di Dunia Otomotif (Part 2)

September 11th, 2019 No comments

Part (2)

Reengineering atau Copas di Dunia Otomotif.

Dunia teknologi rata-rata begitu cara kerja awalnya, mulai dari copy paste alias Copas (tentu saja dg membeli lisensi) atau di modifikasi sana sini, sampai akhirnya bisa membuat sendiri.

Di Asia…

Proton pada awal produknya yg dibuat tahun 1985 ya copas dari Mitsubishi.

Proton Saga itu rebadge dr Mitsubishi Lancer. Dan perlu waktu sampai tahun 2000 shg akhirnya Proton keluarkan Waja yg merupakan desain sendiri, setidaknya perlu 15 tahun dari awal produksinya. Dan Campro, mesin keluaran Proton sendiri baru bertelur tahun 2004, ini pun hasil kolaborasi dgn Lotus, bukan benar-benar jalan sendiri.

Di Eropa…

BMW itu awalnya juga rebadge.
Awal produksi di 1928, BMW di akuisisi Fahrzeugfabrik Eisenach.

Mobilnya ambil Dixi, yg didesign oleh Austin Motor, dijual sebagai BMW model 3/15.
Baru pada 1932, akhirnya BMW mampu membuat desain dan mobil pertamanya. Jadi bahkan yg sekelas BMW pun masih perlu waktu.

Balik ke Asia lagi, anda pakai Toyota ?

Tahun 1935 waktu pertama kali meluncurkan produk, enginenya ngambil dari Chevrolet, chassisnya dari Ford dan body dari Chrysler, DeSoto.

Saat itu Toyota berpikir, sementara mereka perlu waktu untuk menyiapkan pabriknya dan desainnya, sementara itu pula mereka memutuskan menggunakan desain DeSoto, dg pertimbangan desain DeSoto waktu itu dinilai melampaui zamannya, terkesan up to date dalam jangka waktu yg lama, alias tdk mudah ‘basi’.

Jadi dari sekelas Proton yg dari awal mmg dipersiapkan utk mjd proyek mobil nasional, sekelas produsen mesin pesawat kenamaan BMW hingga bahkan Toyota, produsen otomotif yang disebut-sebut sebagai nomor 1 dunia,

…semua memulai langkahnya dengan strategi yg sama, copy paste (legal).

Terlepas nanti akan seperti apa nasib Esemka dimasa yad, entah bisa mengikuti Proton atau malah bernasib seperti Timor, setidaknya Esemka sudah membuat satu langkah maju, maka sdh semestinya layak mendapatkan apresiasi dan sekaligus dukungan.

Paling tidak, ada tempat tambahan bagi tenaga kualifiaksi SMK untuk berkarya. Ada tambahan lapangan kerja untuk ratusan orang, mjd tumpuan hidup untuk sebagian orang.

Komponen lokal dlm produk Esemka, juga sudah lumayan banyak dan dipasok dari beberapa pabrik di dalam negeri, sebuah awalan yg bagus bukan? antara lain,

•Chassis dan bak mobil Esemka Bima diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA);
•Blok mesin dan blok transmisi dibuat PT Cikarang Persada Manufacturing;
•Dashboard dan setir (PT Usra Tampi);
•Radiator (PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna);
•Kaca Depan (PT Armada Indah Agung Glass);
Ban (PT Gajah Tunggal);
•Bak/Kargo (ACC Bawen Karoseri dan PT INKA);
•Pelumas (Pertamina);
•Oil filter dan Fuel Filter dibuat oleh PT Selamat Sempurna;
•Accu (PT Nippress Energi Otomotif);
•Air Filter (PT Duta Nichindo Pratama);
•Knalpot (Catur Karya Manunggal);
•Jok (Bawen Karoseri);
•Starter Assy (Fuller Autoparts Indonesia);
•Per Daun (Indospring);
•Shock Breaker (Samudra Luas Paramacitra), dan masih banyak lagi.

Dukungan, adl hal saat ini diperlukan oleh Esemka saat ini dan keberlanjutannya di masa yad.

Analisis cost produksi shg harganya bisa lbh kompetitif, aneka penelitian demi penyempurnaan teknologi, teknik marketing yv paripurna, sales after services yg menarik, keberlangsungan ketersediaan spare part, iklan yg menawan, dst…

…adl semestinya sbg makhluk berakal serta berilmu, kita mampu mengambil bagian dari itu semua.

Dengan mengingat Esemka adl tergolong infant industry alias industri timik-timik..progress reportnya ya menyesuaikan levelnya,

…ibarat bayi yg ndak mungkin kita harap lair ceprot, oek langsung bisa berlari,
…melainkan perlahan-lahan alias belajar step by step utk mandiri,
…mulai mengangkat leher, tengkurap, duduk, merangkak, berjalan, dititah dan kmdn mampu berlari,
…ya begitulah pula tahapan dan perjalanan panjang yg akan dilalui Esemka.

Apakah waktu yg diperlukan dan tahapan kemampuan tiap industry adl sama? tentu saja tidak.

Proton perlu waktu 15th, BMW perlu setidaknya 4th, sementara Toyota pun perlu sebuah proses panjang, shg pada akhirnya mampu mendesain produknya sendiri seperti yg kita nikmati saat ini…demikian halnya dg Esemka.

Jadi mari belajar utk mampu legowo memberikan apresiasi kpd orang lain. Mari belajar menghargai dalam setiap prosesnya, mari kita dukung supaya mjd lebih competitif. Syukur-syukur bisa mjd bagian sbg User Esemka. ❤🇲🇨

***

Note : disadur dari beberapa sumber.

Reengineering atau Copy Paste di Dunia Otomotif (Part 1)

September 11th, 2019 No comments

Part (1)

Copy paste desain dan/ teknologi mesin dlm sebuah industri boleh? Boleh.

Apakah tidak melanggar hukum? tidak, dengan syarat tertentu.

Bgm caranya? apasaja syaratnya?.

Jadi simpelnya begini, dlm kajian Hukum atas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ada istilah Hak Moral, Hak Ekonomi, Lisensi & Royalti.

Hak Moral adl hak yg melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran), pemilik paten, merk, desain industri dkk, yg tdk dpt dihilangkan dg alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan.

Hak moral ini menekankan adanya pengakuan Hak sebagai pemilik HKI.

Selanjutnya Hak Ekonomi adl hak utk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan.

Jadi seseorang yg mendapatkan HKI (hak cipta/paten/merk atau desain industri dkk), akan mendapatkan Hak Ekonomi, yg bersifat eksklusif artinya org lain tdk boleh menikmatinya.

Jadi orang lain tdk boleh seenaknya menggunakan sebuah produk yg mirip dg hak cipta/paten/merk atau desain industri, dg apa yg dimiliki oleh pemegang HKI. Bahkan sekedar sama pada sebagian hal pun, biasanya akan ttp rentan menimbulkan permasalahan hukum.

Lantas bgm, jika ada seseorang hendak memakai produk yg sama/mirip dg produk yg dimiliki oleh pemegang HKI utk tujuan komersial ?

…ybs dpt mengajukan permohonan (perjanjian) Lisensi.

Lisensi adl izin yg diberikan oleh Pemegang HKI, baik yg bersifat eksklusif maupun non-eksklusif, kpd penerima Lisensi berdasarkan perjanjian tertulis utk menggunakan HKI yg masih dilindungi dlm jangka waktu dan syarat tertentu.

Nah, apabila pengajuan Lisensi disepakati, maka ybs hrs membayar Royalti.

Royalti adl nilai tertentu yg dibayarkan kpd pemilik HKI atas kenikmatan ekonomi dari suatu HKI yg besarannya disepakati oleh para pihak, utk kurun waktu tertentu.

Jika ada produk Esemka yg mirip, plek ketiplek dg Changan, semestinya sdh ada Perjanjian Lisensi dan pembayaran Royaltinya…jadi Copy Paste desain dan/atau teknologi nya legal alias tdk melawan hukum.

Halah isone mung copas ?!

Lha ya jangan salah, dalam sejarah industri otomotif, BMW, Proton dan Toyota di awalnya dulu pun melakukan hal yg sama, copas produk merek lainnya, sebelum akhirnya mampu mendesain semuanya sendiri spt skrg…lbh lengkapnya ada di Part (2).

Oiya supaya lbh marem, terkait copas ini monggo disimak bbrp hukum terkait, antara lain :
•UU 28/2014 ttg Hak Cipta,
•UU 13/2016 ttg Hak Paten,
•UU 20/2016 ttg Hak Merek dan Indikasi Geografis,
•UU 31/2000 ttg Desain Industri,
•Paris Convention for the Protection of Industrial Property,
•Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights.

Categories: Bersentuhan Dengan Hukum Tags:

Karya Akademis Bernama Disertasi

September 11th, 2019 No comments

Ditengah ramainya aneka komentar mengenai Disertasi yg bertema tentang Konsep Milk Al-Yamin yang ditulis oleh bapapk Abd Aziz, saya jadi teringat waktu nulis disertasi dulu,

Saya masukkan tambahan kajian historis lahirnya sebuah UU yg dominan dipengaruhi sebuah Act di US sehingga menimbulkan implikasi yuridis yg serius dlm sistem hukum Indonesia, namun Spv tdk menganggap perlu kajian itu ada, akhirnya saya drop.

Di ujian akhir, 2 orang external examiner menyatakan analisa akan semakin komprehensif apabila juga memasukkan kajian historis.

Tanpa diduga Spv saya (aturan di UKM dlm ujian akhir disertasi, Spv dilarang utk memberikan komen/trmsk pertanyaan apapun) menjelaskan, bahwa awalnya saya sdh membuatnya, sehingga ketika kajian historis ditiadakan dianggap sbg wujud kelemahan pisau analisa, maka dialah yg bertanggungjawab atas kelemahan itu.

Proses menulis disertasi adl sebuah perjalanan yg panjang. Setiap kata perkata, dari satu halaman ke halaman selanjutnya, sdh semestinya telah melalui sebuah diskusi akademis yg mendalam.

Last sebelum submit, saya harus melalui proses bimbingan intensif, start ba’dha magrib (sekitar jm20.00 wkt Malaysia) dan berakhir ketika adzan adzan subuh berkumandang (sekitar jam5.45 pagi), dari kamis hingga minggu pagi, full selama 4minggu.

Dari proses itu saya belajar bahwa disertasi adl wujud kolaborasi pertanggungjawaban akademik antara Promovendus dg (para) dosen pembimbingnya.

Sebuah Disertasi yang telah melalui semua tahapan akademis dan telah dinyatakan lulus pada Ujian Terbuka atau Promosi Doktor, secara substansiil tidak dapat diubah. Status kelulusan pun tidak dapat dicabut kecuali dapat dibuktikan telah terjadi pelanggaran akademik itu, misalnya, melakukan plagiasi alias menjiplak karya tulis orang lain.

 

 

Categories: Tulisan Bebas Tags:

Hello world!

February 15th, 2016 No comments

Selamat Datang di Universitas Brawijaya. Ini adalah posting pertamaku

Categories: Uncategorized Tags: