Home > Tulisan Bebas > Karya Akademis Bernama Disertasi

Karya Akademis Bernama Disertasi

Ditengah ramainya aneka komentar mengenai Disertasi yg bertema tentang Konsep Milk Al-Yamin yang ditulis oleh bapapk Abd Aziz, saya jadi teringat waktu nulis disertasi dulu,

Saya masukkan tambahan kajian historis lahirnya sebuah UU yg dominan dipengaruhi sebuah Act di US sehingga menimbulkan implikasi yuridis yg serius dlm sistem hukum Indonesia, namun Spv tdk menganggap perlu kajian itu ada, akhirnya saya drop.

Di ujian akhir, 2 orang external examiner menyatakan analisa akan semakin komprehensif apabila juga memasukkan kajian historis.

Tanpa diduga Spv saya (aturan di UKM dlm ujian akhir disertasi, Spv dilarang utk memberikan komen/trmsk pertanyaan apapun) menjelaskan, bahwa awalnya saya sdh membuatnya, sehingga ketika kajian historis ditiadakan dianggap sbg wujud kelemahan pisau analisa, maka dialah yg bertanggungjawab atas kelemahan itu.

Proses menulis disertasi adl sebuah perjalanan yg panjang. Setiap kata perkata, dari satu halaman ke halaman selanjutnya, sdh semestinya telah melalui sebuah diskusi akademis yg mendalam.

Last sebelum submit, saya harus melalui proses bimbingan intensif, start ba’dha magrib (sekitar jm20.00 wkt Malaysia) dan berakhir ketika adzan adzan subuh berkumandang (sekitar jam5.45 pagi), dari kamis hingga minggu pagi, full selama 4minggu.

Dari proses itu saya belajar bahwa disertasi adl wujud kolaborasi pertanggungjawaban akademik antara Promovendus dg (para) dosen pembimbingnya.

Sebuah Disertasi yang telah melalui semua tahapan akademis dan telah dinyatakan lulus pada Ujian Terbuka atau Promosi Doktor, secara substansiil tidak dapat diubah. Status kelulusan pun tidak dapat dicabut kecuali dapat dibuktikan telah terjadi pelanggaran akademik itu, misalnya, melakukan plagiasi alias menjiplak karya tulis orang lain.

 

 

Categories: Tulisan Bebas Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*