Home > Bersentuhan Dengan Hukum > Reengineering atau Copy Paste di Dunia Otomotif (Part 2)

Reengineering atau Copy Paste di Dunia Otomotif (Part 2)

Part (2)

Reengineering atau Copas di Dunia Otomotif.

Dunia teknologi rata-rata begitu cara kerja awalnya, mulai dari copy paste alias Copas (tentu saja dg membeli lisensi) atau di modifikasi sana sini, sampai akhirnya bisa membuat sendiri.

Di Asia…

Proton pada awal produknya yg dibuat tahun 1985 ya copas dari Mitsubishi.

Proton Saga itu rebadge dr Mitsubishi Lancer. Dan perlu waktu sampai tahun 2000 shg akhirnya Proton keluarkan Waja yg merupakan desain sendiri, setidaknya perlu 15 tahun dari awal produksinya. Dan Campro, mesin keluaran Proton sendiri baru bertelur tahun 2004, ini pun hasil kolaborasi dgn Lotus, bukan benar-benar jalan sendiri.

Di Eropa…

BMW itu awalnya juga rebadge.
Awal produksi di 1928, BMW di akuisisi Fahrzeugfabrik Eisenach.

Mobilnya ambil Dixi, yg didesign oleh Austin Motor, dijual sebagai BMW model 3/15.
Baru pada 1932, akhirnya BMW mampu membuat desain dan mobil pertamanya. Jadi bahkan yg sekelas BMW pun masih perlu waktu.

Balik ke Asia lagi, anda pakai Toyota ?

Tahun 1935 waktu pertama kali meluncurkan produk, enginenya ngambil dari Chevrolet, chassisnya dari Ford dan body dari Chrysler, DeSoto.

Saat itu Toyota berpikir, sementara mereka perlu waktu untuk menyiapkan pabriknya dan desainnya, sementara itu pula mereka memutuskan menggunakan desain DeSoto, dg pertimbangan desain DeSoto waktu itu dinilai melampaui zamannya, terkesan up to date dalam jangka waktu yg lama, alias tdk mudah ‘basi’.

Jadi dari sekelas Proton yg dari awal mmg dipersiapkan utk mjd proyek mobil nasional, sekelas produsen mesin pesawat kenamaan BMW hingga bahkan Toyota, produsen otomotif yang disebut-sebut sebagai nomor 1 dunia,

…semua memulai langkahnya dengan strategi yg sama, copy paste (legal).

Terlepas nanti akan seperti apa nasib Esemka dimasa yad, entah bisa mengikuti Proton atau malah bernasib seperti Timor, setidaknya Esemka sudah membuat satu langkah maju, maka sdh semestinya layak mendapatkan apresiasi dan sekaligus dukungan.

Paling tidak, ada tempat tambahan bagi tenaga kualifiaksi SMK untuk berkarya. Ada tambahan lapangan kerja untuk ratusan orang, mjd tumpuan hidup untuk sebagian orang.

Komponen lokal dlm produk Esemka, juga sudah lumayan banyak dan dipasok dari beberapa pabrik di dalam negeri, sebuah awalan yg bagus bukan? antara lain,

•Chassis dan bak mobil Esemka Bima diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA);
•Blok mesin dan blok transmisi dibuat PT Cikarang Persada Manufacturing;
•Dashboard dan setir (PT Usra Tampi);
•Radiator (PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna);
•Kaca Depan (PT Armada Indah Agung Glass);
Ban (PT Gajah Tunggal);
•Bak/Kargo (ACC Bawen Karoseri dan PT INKA);
•Pelumas (Pertamina);
•Oil filter dan Fuel Filter dibuat oleh PT Selamat Sempurna;
•Accu (PT Nippress Energi Otomotif);
•Air Filter (PT Duta Nichindo Pratama);
•Knalpot (Catur Karya Manunggal);
•Jok (Bawen Karoseri);
•Starter Assy (Fuller Autoparts Indonesia);
•Per Daun (Indospring);
•Shock Breaker (Samudra Luas Paramacitra), dan masih banyak lagi.

Dukungan, adl hal saat ini diperlukan oleh Esemka saat ini dan keberlanjutannya di masa yad.

Analisis cost produksi shg harganya bisa lbh kompetitif, aneka penelitian demi penyempurnaan teknologi, teknik marketing yv paripurna, sales after services yg menarik, keberlangsungan ketersediaan spare part, iklan yg menawan, dst…

…adl semestinya sbg makhluk berakal serta berilmu, kita mampu mengambil bagian dari itu semua.

Dengan mengingat Esemka adl tergolong infant industry alias industri timik-timik..progress reportnya ya menyesuaikan levelnya,

…ibarat bayi yg ndak mungkin kita harap lair ceprot, oek langsung bisa berlari,
…melainkan perlahan-lahan alias belajar step by step utk mandiri,
…mulai mengangkat leher, tengkurap, duduk, merangkak, berjalan, dititah dan kmdn mampu berlari,
…ya begitulah pula tahapan dan perjalanan panjang yg akan dilalui Esemka.

Apakah waktu yg diperlukan dan tahapan kemampuan tiap industry adl sama? tentu saja tidak.

Proton perlu waktu 15th, BMW perlu setidaknya 4th, sementara Toyota pun perlu sebuah proses panjang, shg pada akhirnya mampu mendesain produknya sendiri seperti yg kita nikmati saat ini…demikian halnya dg Esemka.

Jadi mari belajar utk mampu legowo memberikan apresiasi kpd orang lain. Mari belajar menghargai dalam setiap prosesnya, mari kita dukung supaya mjd lebih competitif. Syukur-syukur bisa mjd bagian sbg User Esemka. ❤🇲🇨

***

Note : disadur dari beberapa sumber.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*